Bukti Baru Terkuak, Pengakuan Kekasih Brigadir Bikin Putri Candrawathi Semakin Terpojok
Kasus yang menyeret nama eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo ini pun perlahan namun pasti mulai membuahkan hasil.
Polisi resmi menetapkan 5 Tersangka dalam Kasus ini.
Kelimanya adalah, Ferdy Sambo sendiri, Putri Candrawathi, Bripka RR, Kuat Maruf dan Bharada E.
Kejagung pun telah resmi menetapkan berkas perkara lima tersangka kasus dugaan pembunuhan Brigadir J lengkap alis P21.
Sebelumnya, secara mendadak akhirnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi mengumumkan Putri Candrawathi ditahan di Rutan Mabes Polri.
Hal ini sontak mengagetkan publik, Putri Candrawathi pun yang dari semula datang menggunakan pakaian branded dan bermaksud hanya melakukan wajib lapor, kini berganti baju oranye bertuliskan Napi 077 dan resmi ditahan.
Dilansir Teras Gorontalo melalui akun YouTube Anjas Asmara di Thailand, menyebut saat Putri Candrawathi melapor di kepolisian, tidak ada satupun media yang mengetahui kedatangannya, sama di beberapa kedatangan sebelumnya.
Hal tersebut menunjukkan bahwa Putri Candrawathi itu memang bukan perempuan sembarangan dan dirinya punya jaringan networking yang luar biasa.
Anjas meyakini, selama beberapa bulan Putri Candrawathi belum ditahan pasti telah melakukan banyak hal.
Selanjutnya saat Vera Simanjuntak diwawancarai, ada beberapa data menurutnya apakah jangan-jangan bahwa motif Brigadir J dihabisi itu sebenarnya bukanlah hal yang tiba-tiba tetapi sudah terjadi sejak lama.
Dirinya berhasil merangkum tiga data yang berasal dari 3 waktu berbeda-beda.
Mulai keterangan Brigadir J saat curhat kepada kekasihnya di hari Jumat 8 Juli 2022 tepat di hari pembunuhan tersebut. Selanjutnya juga dihari Kamis 7 Juli saat di Magelang serta di tanggal 19 dan 21 Juni 2022 yang notabene ini berarti sebulan sebelum terjadinya pembunuhan tersebut.
Menurut Anjas, Ini mengindikasikan bahwa Brigadir J itu sudah lama menderita sebenarnya di tempat dia bekerja, ada yang bilang bahwa indikasi yang dilakukan kepada Brigadir J itu sudah dilakukan sejak lama.
Selain itu publik juga dibuat bertanya apakah selama ini Brigadir J menjadi budak nafsunya Putri Candrawathi.
Budak nafsu yang dimaksudkan banyak hal, mulai menuruti segala macam perintahnya, melakukan hal-hal yang sifatnya ilegal, juga salah satu hal negatif.
Di video tersebut dirinya juga coba membahas lebih detail data kualitatif dari Vera Simanjuntak.
Data pertama, di tanggal 8 Juli hari Jumat ini adalah di hari kejadian pembunuhan tersebut beberapa menit sebelum dieksekusi Vera Simanjuntak mengatakan bahwa dia mendapatkan miss call di jam 16.10 tetapi tidak diangkat karena dia sedang di pasar.
Kemudian Vera Simanjuntak menelpon kembali dan akhirnya bisa berkomunikasi dengan Brigadir J itu di jam 16.31.
Dalam percakapan itu Brigadir J hanya mengatakan "Bentar ya, bentar nanti Abang (Brigadir J) kabarin lagi".
Ini adalah kata-kata terakhir dari Brigadir J untuk kekasihnya Vera Simanjuntak.
"Perkataan Brigadir J itu diprediksi bahwa saat itu sedang terjadi ya kalau aku lihat dari rekonstruksi yang lalu berarti Brigadir J ini sedang mau beralih dari rumah pribadi menuju ke rumah dinas dan saat itu juga sudah dilakukan rencana ya bahwa Ferdy Sambo itu sudah meminta Bripka RR untuk menghabisi Brigadir J tapi dia menolak dan dialihkan perintah tersebut ke Bharada E," sebut Anjas Asmara di Thailand.
....

0 komentar:
Posting Komentar